Tryout SKD CPNS CPNS formasi umum & sekolah kedinasan

Contoh soal SKD sekolah kedinasan 2026 dan pembahasannya

Ditinjau 20 Agustus 2026

Kumpulan contoh soal SKD di bawah ini ditampilkan lengkap dengan pembahasannya, dan khusus untuk TKP juga dengan bobot nilai tiap opsi. Angka kecil di depan opsi TKP adalah poin yang didapat bila opsi itu dipilih.

Menampilkan bobot itu penting karena di situlah kebanyakan kumpulan soal gratis menyesatkan: TKP disajikan seolah punya satu jawaban benar, padahal setiap opsi TKP bernilai 1 sampai 5 dan hanya soal kosong yang bernilai 0. Berlatih dengan kunci benar/salah membuat nilai TKP-mu terlihat jauh lebih rendah daripada yang sebenarnya akan kamu dapat.

Soal-soal ini memakai jenis dan sub-materi yang sama dengan kisi-kisi SKD, dan sama untuk sekolah kedinasan maupun CPNS formasi umum — yang berbeda antara keduanya hanya nilai ambang batas TKP.

Contoh soal TWK

Tanda hijau menandai kunci jawabannya. TWK dinilai benar 5, salah atau kosong 0.

TWK Rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Rumusan itu diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" pada peristiwa?

Perubahan tujuh kata itu terjadi dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi, bersamaan dengan pengesahan UUD 1945.

  1. 22 Juni 1945: Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta dengan tujuh kata tersebut.
  2. 18 Agustus 1945: PPKI bersidang untuk mengesahkan UUD 1945 dan memilih presiden-wakil presiden.
  3. Demi menjaga keutuhan wilayah timur yang mayoritas non-Muslim, tujuh kata itu dicoret dan sila pertama menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa'.

TWK Ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memuat tiga butir. Butir ketiga menyatakan bahwa pemuda Indonesia?

Butir ketiga berbunyi 'menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia' — perhatikan kata kerjanya MENJUNJUNG, bukan 'mengaku'.

  1. Butir 1: bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
  2. Butir 2: berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Butir 3: menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bahasa tidak 'diakui' sebagai satu-satunya, melainkan dijunjung sebagai bahasa persatuan.

TWK Penulisan yang seluruhnya baku terdapat pada?

Bentuk bakunya: analisis, apotek, praktik, sekadar.

  1. 'Analisa' bentuk tidak baku dari 'analisis'.
  2. 'Apotik' tidak baku; yang baku 'apotek' (tetapi orangnya 'apoteker').
  3. 'Praktek' tidak baku; yang baku 'praktik' (namun 'praktikum', 'praktisi').
  4. 'Sekedar' tidak baku; yang baku 'sekadar' karena berasal dari 'kadar'.

Contoh soal TIU

Pembahasan TIU ditulis sebagai langkah, bukan sekadar hasil — cara mengerjakannyalah yang berpindah ke soal berikutnya. TIU juga dinilai benar 5, salah atau kosong 0.

TIU PETANI : CANGKUL = ... : ...

Hubungannya pelaku dengan ALAT KERJANYA: petani memakai cangkul, penjahit memakai mesin jahit.

  1. Nelayan : Laut dan Guru : Sekolah adalah pelaku dengan TEMPAT kerja.
  2. Dokter : Pasien dan Sopir : Penumpang adalah pelaku dengan OBJEK yang dilayani.
  3. Kunci analogi selalu menemukan jenis hubungan yang persis sama, bukan sekadar bidang yang mirip.

TIU Semua pegawai yang lulus diklat menerima sertifikat. Sebagian pegawai unit A lulus diklat. Simpulan yang tepat adalah?

Premis kedua hanya menyebut SEBAGIAN, jadi simpulan pun hanya boleh sebagian.

  1. Semua yang lulus pasti bersertifikat, dan sebagian pegawai unit A termasuk yang lulus.
  2. Maka sebagian pegawai unit A pasti bersertifikat.
  3. Menyimpulkan 'semua' melampaui premis; menyimpulkan yang sebagian lain 'tidak menerima' juga melampaui premis karena mereka bisa saja mendapat sertifikat dari jalur lain.

TIU 3, 6, 12, 24, ...

Setiap suku dikalikan 2, jadi 24 x 2 = 48.

  1. 3x2=6, 6x2=12, 12x2=24.
  2. Suku berikutnya 24x2=48.

TIU Sebuah barang berharga Rp200.000 mendapat diskon 20%, kemudian diskon 10% lagi dari harga setelah diskon pertama. Harga akhirnya adalah?

Rp200.000 x 0,8 = Rp160.000; Rp160.000 x 0,9 = Rp144.000.

  1. Diskon berganda TIDAK sama dengan diskon 30%.
  2. Diskon 30% sekaligus akan memberi Rp140.000 — itulah pengecohnya.
  3. Hitung berurutan: 200.000 - 20% = 160.000, lalu 160.000 - 10% = 144.000.

TIU Setelah mendapat diskon 15%, sebuah barang dibayar Rp170.000. Harga barang sebelum diskon adalah?

Rp170.000 adalah 85% dari harga awal, jadi harga awal = 170.000 : 0,85 = Rp200.000.

  1. Diskon 15% berarti yang dibayar 85%.
  2. Harga awal = 170.000 x 100/85 = 200.000.
  3. Menambahkan 15% ke Rp170.000 memberi Rp195.500 — itu jebakannya, karena persentase dihitung dari harga awal, bukan harga bayar.

Contoh soal TKP beserta bobot tiap opsi

Perhatikan bahwa opsi yang paling kurang tepat pun tetap memberi 1 poin. Pada 45 soal TKP, kebiasaan mengosongkan soal yang ragu-ragu saja sudah cukup untuk menjatuhkan nilai di bawah ambang.

TKP Seorang warga lanjut usia datang ke loket Anda dengan berkas yang kurang satu lampiran. Antrean sedang panjang. Yang Anda lakukan?

Pelayanan terbaik menyelesaikan masalah warga tanpa mengorbankan aturan maupun antrean: beri penjelasan tertulis dan permudah kedatangan berikutnya.

  1. Menerima berkas tidak lengkap melanggar prosedur dan menimbulkan masalah di tahap berikutnya.
  2. Menyuruh membaca papan pengumuman adalah bentuk melempar tanggung jawab, apalagi kepada warga lanjut usia.

TKP Anda menerima surel berisi tautan yang mengatasnamakan bagian kepegawaian dan meminta Anda memasukkan kata sandi akun kantor. Yang Anda lakukan?

Permintaan kata sandi lewat tautan adalah ciri pengelabuan; langkah benar adalah memverifikasi lewat jalur lain dan melapor agar rekan lain terlindungi.

  1. Mengabaikan sendiri sudah aman untuk Anda, tetapi membiarkan rekan lain terpapar.
  2. Meneruskan surel ke rekan justru memperluas penyebarannya.

Berlatih dengan penilaian yang benar. Simulasi 110 soal dalam 100 menit, dinilai memakai aturan SKD yang sebenarnya — TKP dihitung dari bobot tiap opsi, dan kelulusan diuji per komponen terhadap ambang jalur yang kamu pilih.

Coba simulasinya

Bacaan lanjutan

Halaman lain